SUKSES MENURUT ISLAM

Posted: 11 September 2011 in BACA - BACA ARTIKEL AZ-ZAHRA CIREBON

Sukses Itu Memperoleh Rahmat, Ampunan dan Syurganya Allah
Hukum-hukum itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barang siapa ta’at kepada Allah dan Rasulnya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar (QS 4:13).
Tujuan tertinggi orang-orang beriman adalah memperoleh karunia Allah yang berupa rahmat, ampunan dan syurga. Maka segala kegiatan hidupnya diarahkan untuk memperoleh tujuan tersebut.
20. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.
21. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padanya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,(QS. 9:20-21)
Itulah orang-orang yang mendapatkan KESUKSESAN yang sebenar-benarnya. Banyak orang tertipu oleh gebyarnya dunia hingga ia melupakan akhirat. Dilukiskan oleh Allah bahwa saking asyiknya dengan tujuan-tujuan dunia banyak orang meminta kepada Tuhannya hanya untuk dunia saja. Orang seperti ini tidak dapat bagian di akhirat nanti.
200. ……………. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
201. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”[127].
202. Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.(QS.2:201).
Dengan demikian jelaslah sudah sekarang, bahwa tujuan hakiki manusia adalah untuk kembali pada Tuhannya dengan kemenangan yang besar, mendapatkan rahmat, dan syurganya, namun bukan berarti lalu kemudian melupakan dunia, bahkan kita diajari oleh Allah cara berdoa agar dunia dan akhirat kita indah adanya.
Sukses Dulu Dunianya Baru Berharap Akhirat.
Apapun yang anda lakukan, sukseslah dulu ketika di duna, barulah berharap akhirat. Terserah, apakah anda menjadi guru ngaji, menjadi tukang beca, atau menjadi dosen, dokter, politisi, atau jadi apapun. Yang terpenting sukseslah dulu berjuang di dunia, baru berharap rahmat Allah. Bukannya hidup di dunia dengan bermalas-malasan lalu meminta belas kasihan dari Allah.
Kita ini diamanahi Allah untuk mengelola Bumi, tetapi kita campakkan begitu saja, sehingga akhirnya diambil alih dan dikelola pihak lain, sedangkan kita hanya bisa menonton dengan tatapan kecewa dan marah dari pinggiran, bahkan kita jadi tirani mereka. Kerusakan dan ketidak-adilan di mana-mana karena ulah pengelola yang tidak bertanggungjawab. Seharusnya kitalah yang mengelola, dengan diinul Islam. Tapi faktanya, kita tidak punya daya. Bahkan pengecut, lari dari tanggung jawab:
30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS.2:30).
Maka hendaknya kita mulai sadar akan tanggungjawab ini. Ambillah tanggungjawab, jadikan sebagai modal bagi kita untuk berharap rahmat Allah ketika kembali kepada-Nya di akhirat nanti. Karena itu, kita harus berjuang dengan segala potensi dan memacu prestasi selagi masih di dunia. Bukankah kita hanya bisa mengumpulkan pahala ketika masih di dunia. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:
“Addunyaa mazroatul aakhirah”, dunia adalah ladang untuk mencapai akhirah. Jadi untuk mendapatkan akhirah kita harus sukses dulu dalam mencangkul ladang amal dunia.

Semua manusia mendapat amanah sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, dan setiap orang akan diminta pertanggungjawabannya, seperti sabda Rasulullah:
“Kullukum roin, wa kullukum mas-ulun ‘an roiyyati” , Setiap orang dari kalian adalah pemimpin dan setiap orang dari kalian akan ditanya berkaitan dengan yang dipimpin.
Untuk hidup di dunia kita harus berjuang dengan seluruh potensi, menjadi kelompok yang mengambil tanggung jawab bukan kelompok pelengkap, menjadi bagian yang mengambil kendali, bukan yang dikendalikan, menjadi penderma bukan peminta belas kasihan. Untuk menjadi pemenang bukannya pecundang.
Maka untuk mengembalikan kemuliaan orang-orang mukmin, tidak ada pilihan kecuali orang-orang mukmin harus kuat, karena Allah lebih menyukai orang mukmin yang kuat. Orang-orang mukmin harus SUKSES baik secara individu maupun kelompok. Jadilah orang sukses pada peran-peran penting di berbagai bidang: politik, ekonomi, sosial dan budaya, semua musti diwarnai dan dikendalikan dengan ghirohDiinul Islam.
Kemudian kekuatan anda baik fisik maupun mental jika di dedikasikan semata hanya untuk Allah, maka Allah menjanjikan karunia yang besar yang berupa kasih sayangNya dan syurga. Firman Allah:

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari ‘adzab yang pedih? (10) yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya(11) niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar (12). Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman(13). (QS Asshoff:10-13)

Hendaknya kita mengambil peran, apapun, sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing. Menjadi pedagang, karyawan, budayawan, guru, dosen, dokter, konsultan, politisi, pejabat, atau apapun. Kemudian berjihadlah pada bidangnya masing-masing dengan segenap HARTA dan JIWA, untuk membangun kembali peradaban Diinul Islam yang pernah diukir kejayaannya oleh generasi muslim terbaik pada zamannya. Apapun hasilnya, yang terpenting adalah KESUNGGUHAN dan KEIKHLASAN kita semata hanya untuk Allah, dengannya semoga kita bisa memperoleh ampunan dan Syurga Allah subhanahu wata’alaa.

Jika itu semua kita juga tidak punya, untuk berharap syurga kita tetap harus SUKSES dulu, yaitu minimal sukses mempertahankan Iman.

Allahu  a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s